Minggu, 15 Februari 2026

Kesehatan hati versus pola tidur yang tidak teratur

Posted By: Aa channel media - Februari 15, 2026

Penemuan terbaru mengenai kanker hati! Jangan terlalu sering begadang! Dokter-dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini membuat kejutan besar di dunia medis dengan menemukan kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini mengandalkan hasil pemeriksaan fungsi hati (SGOT, SGPT), namun saat menjelang Hari Raya Imlek, dokter tersebut dinyatakan positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm! Hampir semua orang bergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati. Mereka berpikir bahwa jika hasilnya normal, berarti semuanya baik-baik saja. Namun, kesalahan ini juga dilakukan oleh banyak dokter spesialis, yang seharusnya memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.

Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan benar. Penemuan dan pengobatan harus dilakukan sesegera mungkin, seperti yang disampaikan oleh dokter Hsu Chin Chuan. Ironisnya, dokter-dokter yang menangani kanker hati pun bisa memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat. Inilah mengapa kanker hati sulit disembuhkan. Sebuah pasien dokter Hsu mengeluh bahwa ia sering merasakan sakit perut dan kehilangan berat badan secara signifikan dalam satu bulan terakhir. Setelah menjalani pemeriksaan ultrasonografi, ditemukan bahwa kanker hatinya sudah mencapai 80% dari ukuran hatinya. Pasien terkejut, "Bagaimana ini bisa terjadi? Tahun lalu saya melakukan medical check-up dan semuanya normal. Bagaimana bisa dalam waktu satu tahun hanya tumbuh kanker hati sebesar ini?"

Ternyata, check-up yang dilakukan hanya memeriksa fungsi hati dan hasilnya "normal". Pemeriksaan fungsi hati memang dikenal oleh banyak orang, namun seringkali disalahpahami. Banyak yang berpikir bahwa jika indeks pemeriksaan fungsi hati normal, maka hati tidak ada masalah.

Namun, pandangan ini menyebabkan timbulnya cerita sedih karena kehilangan kesempatan untuk mendeteksi kanker sejak awal. Dokter Hsu menjelaskan bahwa SGOT dan SGPT adalah enzim yang sering ditemukan di dalam sel-sel hati. Ketika terjadi peradangan pada hati atau karena alasan lain yang menyebabkan sel-sel hati mati, SGOT dan SGPT akan keluar ke luar. 

Hal ini mengakibatkan peningkatan kadar SGOT dan SGPT dalam darah. Namun, tidak adanya peningkatan kadar SGOT dan SGPT tidak berarti bahwa tidak ada kerusakan hati atau tidak ada kanker hati. Pada banyak kasus peradangan hati, meskipun peradangan hati telah sembuh, tetapi serat-serat dan pengerasan hati telah terbentuk di dalam hati. Dengan adanya pengerasan hati, risiko terjadinya kanker hati menjadi lebih tinggi.

Selain itu, pada stadium awal kanker hati, indeks hati juga tidak akan menunjukkan peningkatan. Karena selama pertumbuhan kanker, hanya sel-sel di sekitarnya yang terpengaruh dan rusak. Karena kerusakan ini bersifat lokal, maka kadar SGOT dan SGPT mungkin tetap dalam batas normal. Namun, karena minimnya pemahaman mengenai hal ini, banyak kisah sedih terjadi. Penyebab utama kerusakan hati meliputi:

1. Pola tidur yang tidak teratur.
2. Tidak buang air besar di pagi hari.
3. Pola makan berlebihan.
4. Melewatkan sarapan.
5. Penggunaan obat-obatan yang berlebihan.
6. Konsumsi bahan pengawet, tambahan zat, pewarna, dan pemanis buatan secara berlebihan.
7. Penggunaan minyak goreng yang tidak sehat. Disarankan untuk mengurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan, bahkan jika menggunakan minyak goreng terbaik seperti olive oil.
8. Mengonsumsi makanan mentah atau terlalu dimasak. Makanan yang digoreng sebaiknya langsung dimakan, jangan disimpan untuk dikonsumsi kemudian.

Kita perlu melakukan pencegahan tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan dengan mengatur gaya hidup dan pola makan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan waktu yang tepat sangat penting agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Malam hari, sekitar pukul 21.00 - 23.00, adalah waktu dimana tubuh kita melakukan pembuangan zat-zat beracun melalui sistem antibody. Saat itu, sebaiknya kita berada dalam suasana tenang atau mendengarkan musik. Jika kita sibuk dengan pekerjaan rumah seperti mencuci piring atau mengawasi anak belajar, ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan kita.

Selanjutnya, pada pukul 23.00 - 01.00 dini hari, proses pembuangan zat beracun berlangsung di hati dan harus dilakukan dalam kondisi tidur nyenyak. Pada jam 01.00 - 03.00 dini hari, proses ini berpindah ke empedu, juga saatnya untuk tidur pulas.

Saat dini hari, sekitar pukul 03.00 - 05.00, tubuh melakukan pembuangan zat beracun melalui paru-paru. Jika kita batuk hebat saat waktu ini, itu artinya tubuh sedang membersihkan saluran pernapasan, sehingga tidak perlu minum obat batuk agar proses pembuangan berjalan lancar.

Pagi hari, sekitar pukul 05.00 - 07.00, proses pembuangan zat beracun terjadi di usus besar, yang membutuhkan buang air besar. Pukul 07.00 - 09.00 adalah waktu penyerapan gizi bagi usus kecil, jadi sangat penting untuk sarapan pagi. Untuk menjaga kesehatan, disarankan makan sebelum pukul 07.30. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang dapat mengganggu proses pembuangan zat beracun. Tidur nyenyak dan hindari begadang demi kesehatan tubuh kita. 

 



0 comments: