Bentuk tubuh manusia diperkuat dengan adanya tulang, yang memungkinkan tubuh untuk berdiri tegak dan bergerak dengan lancar. Tanpa tulang, manusia tidak akan bisa berjalan dengan stabil dan bergerak dengan lincah. Bayangkan bagaimana bentuk tubuh manusia tanpa tulang atau dengan tulang yang rapuh yang dikenal sebagai Osteoporosis.
Osteoporosis adalah kondisi di mana tulang menjadi rapuh dan rentan retak serta patah karena kekurangan massa tulang. Istilah "osteoporosis" berasal dari bahasa Latin, di mana "osteo" berarti tulang dan "porosis" berarti berpori atau berlubang, menggambarkan kondisi tulang yang mengalami penurunan kalsium. Karena gejalanya yang tidak terlalu nyata, osteoporosis sering kali tidak terdiagnosis dan dapat menyerang siapa saja tanpa pandang bulu.
Keropos tulang bisa terdeteksi ketika terjadi patah tulang akibat jatuh atau tekanan berat, serta timbulnya nyeri hebat yang disebabkan oleh retak atau patah tulang. Bagian tubuh yang paling sering mengalami patah akibat osteoporosis adalah pergelangan tangan, tulang belakang, dan tulang pinggul.
Meskipun osteoporosis umumnya muncul pada usia di atas 45 tahun, kondisi ini juga dapat menyerang individu muda dengan gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, kurang berolahraga, dan mengonsumsi kopi dalam jumlah berlebihan yang mengganggu penyerapan kalsium oleh tubuh.
Banyak orang berpikir bahwa kalsium saja sudah cukup untuk mencegah osteoporosis. Namun, sebenarnya kalsium hanya memperkuat struktur luar tulang, sedangkan kekuatan tulang sebenarnya ditentukan oleh lapisan dalam tulang yang terdiri dari zat bernama Hydroxyapatite.
Hydroxyapatite adalah zat yang memiliki komponen serupa dengan tulang dan gigi. Zat ini merupakan makanan yang penting bagi kesehatan tulang dan dapat diperoleh dari tulang binatang, seperti kaki ayam. Oleh karena itu, konsumsi makanan yang mengandung Hydroxyapatite dapat membantu menjaga kekuatan tulang dan mencegah terjadinya osteoporosis.
Di dalam ceker ayam terdapat banyak protein yang berasal dari kulit, otot, tulang, dan kolagen. Kolagen merupakan jenis protein jaringan ikat yang berwarna kekuning-kuningan dan liat. Saat dipanaskan, kolagen akan meleleh menjadi cairan kental seperti lem. Komponen utama dari ceker ayam adalah asam amino, yang merupakan dasar dari protein. Asam amino ini mengandung berbagai zat seperti glisin-prolin, hidroksiprolin-agrinin-glisin. Selain itu, ceker ayam juga kaya akan kalsium dan mineral yang penting untuk tubuh.
MANFAAT CEKER AYAM BAGI TULANG
Kalsium memiliki peran penting dalam pembentukan dan pemeliharaan kekuatan tulang, serta membantu dalam mengatur detak jantung, pertumbuhan otot, dan mencegah penggumpalan darah. Tubuh juga akan mengambil kalsium dari cadangan tulang, menyebabkan kehilangan kepadatan dan kekuatan tulang, yang dapat menyebabkan keretakan atau patah.
Meskipun kalsium penting, hanya itu saja tidak cukup untuk mencegah osteoporosis. Ceker ayam dapat membantu mencegah keropos tulang. Ceker ayam mengandung antigen imunogenik yang dapat merangsang pembentukan antibodi untuk mencegah keroposnya tulang. Kolagen yang terdapat dalam ceker ayam mengandung antigen imunogenik yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang.
Kesehatan tulang penting untuk menghindari keropos tulang, dan ceker ayam dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tulang kita. Nutrisi yang terkandung dalam ceker ayam membantu menjaga kinerja tulang dalam tubuh kita. Jadi, jangan meremehkan ceker ayam meskipun terlihat bersisik dan tidak berdaging. Jaga kesehatan tulang Anda sejak dini, karena pembentukan tulang yang baik dimulai sejak masa kanak-kanak hingga usia 30 tahun.



0 comments:
Posting Komentar