Bertahun-tahun telah berlalu sejak kita duduk di bangku sekolah dasar, ketika kita pertama kali belajar tentang konsep makanan empat sehat lima sempurna. Konsep yang membagi makanan sehat menjadi lima komponen besar ini (karbohidrat, sayur-mayur, buah-buahan, sumber protein, dan susu) terus diulang dan tertanam lebih dalam melalui pelajaran di jenjang sekolah berikutnya, keluarga, media massa, dan juga dokter saat kita sakit.
Ketika menghadapi kanker, pelajaran mengenai makanan empat sehat lima sempurna kembali muncul, kali ini dengan sedikit variasi di sana-sini. Kalangan medis umumnya masih mengikuti prinsip empat sehat lima sempurna, dengan tambahan "Hindari makanan yang dibakar, berjamur, mengandung pengawet, pewarna, perasa buatan, minyak jelantah, ayam negeri, dan telur ayam negeri. Makanan lain diperbolehkan dan diperlukan untuk menjaga daya tahan tubuh."
Banyak pengobat kanker juga memberikan daftar diet masing-masing, yang pada dasarnya tetap mengikuti prinsip empat sehat lima sempurna dengan sedikit variasi di sana-sini, yang intinya sudah dijelaskan dalam artikel Diet Bagi Pejuang Kanker.
Namun, Dr. Peter D'Adamo menyajikan teori yang unik melalui bukunya Diet Sehat Golongan Darah Untuk Mencegah dan Mengobati Kanker. Ahli naturopati ini menekankan bahwa setiap orang memiliki golongan darah yang berbeda dan makanan tertentu cocok untuk golongan darah tertentu. Dengan dasar ini, tidak masuk akal bagi Dr. Peter D'Adamo bahwa setiap orang harus mengikuti diet yang sama berdasarkan prinsip empat sehat lima sempurna.
Dr. Peter D'Adamo kemudian menyusun daftar makanan yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi berdasarkan golongan darah A, B, AB, atau O. Dari daftar ini, ia juga membuat daftar yang lebih spesifik, yaitu daftar makanan yang diperbolehkan atau tidak diperbolehkan bagi penderita kanker berdasarkan golongan darah. Hal ini terdapat dalam bukunya, Diet Sehat Golongan Darah Untuk Mencegah dan Mengobati Kanker.
Buku Diet Sehat Golongan Darah untuk Kanker menyajikan panduan makanan yang disesuaikan dengan golongan darah masing-masing. Makanan dibagi menjadi kategori Super Bermanfaat, Bermanfaat, Netral (sering dikonsumsi dan sesekali), serta makanan yang harus dihindari.
Di dalam buku ini, tidak hanya makanan pokok yang dibahas, tetapi juga berbagai jenis sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, bumbu-bumbu, minyak, minuman, serta vitamin/suplemen yang disarankan atau sebaiknya dihindari. Informasi yang disajikan sangat lengkap dan memberikan wawasan baru yang menarik.
Meskipun buku-buku karya Dr. Peter D'Adamo telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, tetap perlu waspada. Sebab, teori tentang makanan yang dikembangkannya sejak tahun 1990-an masih belum didukung oleh publikasi riset yang kuat. Belum ada publikasi riset yang menunjukkan kecocokan makanan dengan golongan darah secara ilmiah.
Ada juga perbedaan besar antara diet yang dianjurkan dalam buku ini dengan diet konvensional yang sudah umum dikenal. Sebagai contoh, golongan darah O disarankan untuk mengonsumsi daging merah sebagai makanan super bermanfaat, sementara menghindari karbohidrat. Hal ini perlu diobservasi lebih lanjut untuk mengantisipasi dampaknya terhadap kesehatan.
Namun, perlu diingat bahwa daftar makanan yang disajikan dalam buku ini mengacu pada makanan yang umum dikonsumsi di Amerika. Banyak bahan makanan yang disebutkan mungkin tidak dikenal di Indonesia, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan tambahan informasi dari ahli naturopati Indonesia agar daftar makanan yang sesuai dengan kebiasaan masyarakat Indonesia dapat ditambahkan ke dalam buku tersebut.



0 comments:
Posting Komentar