Pernahkah kalian melihat buah duwet? Buah kecil berwarna ungu ini sekarang mulai sulit ditemui. Dulu, buah duwet sering dijual di pasar tradisional dengan harga yang terjangkau dan menjadi favorit anak-anak.
Biasanya sebelum dimakan, buah duwet dikocok dengan campuran garam dalam panci. Rasanya unik: manis, sedikit asam, sedikit sepat, dan segar. Setelah memakannya, biasanya mulut dan lidah akan berwarna ungu, itulah salah satu daya tariknya bagi anak-anak. Meskipun bentuk, ukuran, dan warnanya mirip dengan buah anggur, dalam bahasa Inggris buah ini disebut java plum.
Di beberapa daerah di Indonesia, buah duwet juga dikenal dengan nama jamblang, juwet, atau jambolan. Ada juga jenis duwet putih yang lebih manis dan segar, tetapi kurang populer. Namun, kebanyakan orang hanya mengenal buah duwet ungu.
Pohon duwet biasanya tumbuh liar di ladang, pekarangan rumah, atau lereng gunung. Pohonnya tinggi, bisa mencapai 10-20 m, dan kayunya digunakan sebagai bahan bangunan. Sayangnya, banyak orang lebih memilih menebang pohon ini untuk kayunya daripada memanen buahnya karena buah duwet kurang bernilai ekonomis.
Buah duwet masih satu keluarga dengan jambu air dan cengkeh. Proses pemanenan buah duwet bisa menjadi pengalaman yang menarik, apalagi saat menikmati rasanya yang unik.
Aktivitas antioksidan Buah duwet memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Dibandingkan dengan BHT, antioksidan sintetik yang umum digunakan saat ini, aktivitas antioksidan dari buah duwet hampir setara. Hal ini disebabkan oleh kandungan pigmen ungu dalam buah duwet yang dikenal sebagai antosianin.
Aktivitas antioksidan dalam buah duwet dipengaruhi oleh tingkat kematangan buah tersebut. Buah yang masih mentah dan berwarna hijau memiliki aktivitas antioksidan yang rendah. Namun, saat buah hampir matang dengan warna merah dan masih keras, tingkat aktivitas antioksidannya meningkat. Buah yang sudah matang dengan warna ungu memiliki aktivitas antioksidan yang paling tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya buah duwet dikonsumsi saat sudah matang namun masih segar. Ketika buah sudah tidak segar, aktivitas antioksidannya akan menurun secara signifikan.
Meskipun belum banyak penelitian yang dilakukan terhadap buah duwet karena nilai ekonominya rendah dan sulit diperoleh, buah ini memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami yang baik. Buah duwet aman dikonsumsi dalam jumlah yang cukup besar dan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan. Dibandingkan dengan rempah-rempah yang memiliki tingkat aktivitas antioksidan tinggi namun hanya dikonsumsi dalam jumlah sedikit, atau antioksidan sintetik yang seringkali diragukan keamanannya, buah duwet memiliki potensi sebagai sumber antioksidan yang aman dan efektif.
Antioksidan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh, terutama dalam mencegah dan melawan penyakit degeneratif seperti CHD dan kanker. Terdapat senyawa polifenol dalam buah dan sayur yang juga dapat menurunkan risiko kanker. Polifenol, termasuk antosianin yang merupakan pigmen ungu pada buah duwet, memiliki berbagai manfaat dalam mencegah kanker, seperti blok karsinogen, sebagai antioksidan, dan melawan radikal bebas.
Antosianin dalam buah duwet memiliki aktivitas antioksidan yang baik, bahkan dua kali lipat dari antioksidan komersial yang umumnya dikenal. Warna merah keunguan pada buah duwet memberikan manfaat kesehatan yang besar, sehingga tidak mengherankan jika buah ini disukai oleh anak-anak yang biasanya sehat dan berenergi. Buah duwet dapat diolah menjadi berbagai produk seperti sari buah, selai, atau tambahan pada makanan seperti es krim dan yoghurt untuk meningkatkan nilai fungsional dan kesehatannya. Duwet tidak hanya memberikan kesehatan, tetapi juga menambah variasi makanan sehat yang populer saat ini.



0 comments:
Posting Komentar