Melucu atau bercanda secara berlebihan tidak diperbolehkan, namun itu tidak berarti sesi bicara Anda harus kering dan membosankan. Humor atau candaan dapat digunakan untuk menjaga ketertarikan dan kesegaran psikologis audiens. Sehingga pesan yang disampaikan akan lebih mudah diterima. Contohnya, Mario Teguh sering menggunakan candaan dalam motivasinya agar audiens tetap terjaga dan tidak tertidur. Jadi, penting untuk menemukan keseimbangan antara keceriaan dan serius dalam berbicara agar pesan Anda dapat tersampaikan dengan baik.
Hindari hal-hal yang seharusnya dihindari. Hindari bercanda tentang hal-hal yang bersifat rasis, seksis, atau hal yang mungkin membuat audiens merasa tidak nyaman. Mereka bisa merasa kecewa atau bahkan marah pada Anda. Sebaiknya gunakan humor yang bijaksana dan tidak menyakiti perasaan orang lain. Saat menggunakan humor, pastikan itu relevan dengan topik yang sedang dibicarakan. Lebih baik menggunakan diri sendiri sebagai bahan candaan, namun tetap dengan batasan yang pantas. Jangan mengambil orang lain sebagai sasaran candaan, terutama jika mereka memiliki kedudukan yang penting dalam acara tersebut. Jika memungkinkan, meminta bantuan dari penulis komedi profesional bisa menjadi solusi yang baik. Menggunakan humor membutuhkan kecerdasan dan kepekaan agar tidak melukai perasaan orang lain. Jadi, gunakanlah kemampuan bercanda Anda dengan bijaksana dan bertanggung jawab.
Anda sebaiknya menggunakan materi yang original dan tidak terlalu lucu, namun tetap bisa menghibur. Humor yang terlalu tinggi bisa jadi kurang lucu jika tidak sesuai dengan gaya Anda. Meskipun orang mungkin tertawa, tetapi bisa juga karena kasihan pada Anda. Akhirnya Anda terlihat lucu karena tidak lucu. Penting untuk bangun secara spontan dan situasional. Humor Anda akan terasa lebih alami dan cocok dengan situasi. Anda bisa membangun cerita, tetapi pastikan terkait dengan topik pembicaraan. Selain itu, perhatikan waktu dalam memberikan joke. Pelajari seberapa lama joke harus disampaikan dan berikan kesempatan kepada pendengar untuk tertawa. Biarkan mereka menikmati momen tersebut. Mereka mungkin bersedia membayar untuk hadir dan mendengarkan sesi bicara Anda karena pengalaman lucu yang Anda berikan. Mungkin saja, di luar sana, mereka tak sabar untuk tertawa.
Senyum dan tawa memiliki kekuatan penyembuhan yang dapat membuat setiap orang merasa nyaman dan segar. Humor dalam berbicara di depan umum adalah hal yang penting untuk dipelajari dengan serius. Sebuah fakta menarik, ada sekitar 27 otot wajah yang bergerak saat kita tersenyum, sementara hanya beberapa otot yang berkontraksi saat marah. Tertawa sebenarnya adalah latihan yang baik untuk jiwa dan tubuh kita, asalkan tidak berlebihan.
Jadilah kreatif dalam menggunakan humor, latihlah diri Anda untuk menerapkan konsep "Amati, Tiru, Modifikasi" dalam humor Anda. Dengan sering berlatih, Anda akan semakin mahir dalam menggunakan humor. Jika Anda memiliki kemampuan bercerita lucu, manfaatkanlah hal tersebut secara kreatif. Humor orisinal akan menarik perhatian orang.
Tetapi ingat, saat Anda berada di acara seminar dan pembicara mengatakan sesuatu yang lucu, hindarilah tertawa terlalu berlebihan. Bicaralah dengan senyum dan bahagia, hal ini dapat menghilangkan rasa gugup dan takut Anda serta membuat audiens menyukai Anda. Ingatlah, tidak perlu berlebihan dalam menggunakan humor.



0 comments:
Posting Komentar