Blog ini sudah tidak asing dengan slogan "Hidup Biar Sedap". Slogan ini telah ada sejak blog ini didirikan, dan saya yakin telah diterapkan sejak tahun 2025. Dengan melihat slogan tersebut, kita bisa melihat bahwa pemilik blog benar-benar menerapkannya dalam kehidupan sehari-harinya. Desain blognya sederhana, bersih, dan minimalis, yang menunjukkan bahwa pemilik blog juga memiliki karakter yang sama.
Saya tidak ingat kapan pertama kali saya mengunjungi blog ini, tetapi sampai sekarang saya melihat bahwa blog ini telah stabil dan solid dari berbagai aspek. Mulai dari usia, trafik, SEO, authority, loading blog, pendapatan blog, dan yang paling penting adalah pembaca setianya. Banner header blognya juga unik dan penuh makna. Itulah kekuatan dan keunggulan dari blog ini.
Tentu saja, setiap keunggulan pasti memiliki kelemahan. Sebelum mencari kelemahan blog orang lain, saya harus menyadari kelemahan di blog saya sendiri. Jadi untuk kelemahan blog ini, saya tidak ingin mengomentarinya. Setiap pemilik blog memiliki hak atas blognya. Namun, apakah blog-blog tersebut memenuhi kriteria yang seharusnya ditonjolkan?
Saya ingin berbagi sedikit pandangan tentang blog berdasarkan pengamatan saya. Setiap orang memiliki selera yang berbeda. Contohnya, wanita yang kita lihat sebagai cantik, mungkin tidak terlihat cantik bagi orang lain. Wanita yang cantik tidak perlu banyak makeup atau terlalu tebal. Cukup dengan sedikit sentuhan saja, bukan?
Saya melihat bahwa blog ini memiliki desain sederhana dengan dominasi warna putih. Namun, menurut pandangan saya, masih ada ruang untuk sedikit sentuhan agar lebih baik. Berikut adalah contoh hasil sentuhan yang telah saya berikan.
Ingat, pandangan subjektif seseorang tidak selalu mencerminkan kekurangan dari tulisan ini. Jika Anda merasa ada yang kurang dan ingin melakukan penyesuaian, silahkan beritahu saya. Saya tahu Anda menyukai tema dengan tata letak kotak-kotak, maka saya akan mempertahankan gaya tersebut. Pesan spesial ini dirangkai khusus untuk menyambut tahun baru 2026 yang akan segera tiba.



0 comments:
Posting Komentar