Indonesia dianugerahi oleh Tuhan dengan luasnya hutan pegunungan yang tersebar di seluruh penjuru negara. Karpet hijau yang indah terlihat di mana-mana. Apalagi saat musim hujan, setiap sudut tanah kosong di sekitar kita, rumput dan semak tumbuh dengan cepat. Pemandangan yang indah masih jelas terlihat saat saya pertama kali mengelilingi pada tahun 1980-an.
Kecantikan apa yang masih ada hingga sekarang? Jika kita pergi ke daerah pedesaan mungkin masih ada, tetapi akan sangat sulit untuk menemui lagi di daerah perkotaan. Karena semak juga tidak memiliki hak untuk hidup di sana, apalagi hutan. Bagaimana nasib gunung-gunung kita? Beberapa masih terlihat alami dengan hutan tropis yang lebat. Namun sebagian besar memiliki nasib yang memprihatinkan. Gersang, kering, dan tidak berpenghuni. Sementara gunung-gunung dengan hutan yang lebat masih banyak yang mengalami tanah longsor. Akibatnya pun kerusakan pada alam tetap sama. Mungkin deskripsi di atas bukanlah masalah yang perlu kita pikirkan karena sudah ratusan bahkan ribuan kali kita dengar dan alami tanpa penyelesaian. Apakah masih ada sedikit kesadaran dari kita? Jika iya, mungkin deskripsi berikut dapat memberikan sedikit gambaran mengapa ini bisa terjadi, dan mengapa banjir dan tanah longsor terus terjadi tanpa henti.
Banjir galodo di sini saya hanya membahasnya di awal hulu sungai dan tidak membahas masalah di daerah perkotaan yang tidak kehilangan kompleksitas. Siklus hidrologi di mana kondisi alam ideal, air hujan yang jatuh di hulu sungai tiga hal terjadi, yaitu:
mengarahkan aliran air di permukaan tanah dan ke sungai,
air dikemas oleh tanaman lalu merembes ke sebagian lahan dan ada sebagian aliran di permukaan dan menghasilkan uap kembali, air meresap ke dalam air tanah.
Apa jadinya jika kondisi alam tidak ideal, misalnya, sedikit tanaman?
Aliran permukaan akan lebih besar, menyebabkan erosi tanah yang akan mengalir sepanjang sungai. Sehingga sungai menjadi dangkal.
Air meresap ke dalam tanah sedikit lebih banyak karena tidak ada tanaman hujan badai, seperti hujan dan erosi tanah. Tetapi pasokan air tanah berkurang.
Saat curah hujan sangat tinggi maka aliran sepanjang endapan permukaan akan mengalir ke hilir ke sungai yang deras dan daerah sekitarnya. Terjadi banjir.
Jadi garis besarnya, salah satu penyebab terjadinya banjir di daerah dataran rendah baik perkotaan maupun pedesaan adalah deforestasi di daerah hulu. Penyebabnya adalah sistem drainase yang buruk, menurunnya infiltrasi air karena permukiman dan lainnya.
Saat membahas masalah tanah longsor galodo, perhatian kita terfokus pada kondisi lereng. Apakah lereng yang botak dapat menyebabkan tanah longsor? Bagaimana dengan lereng yang ditumbuhi vegetasi yang lebat? Jawabannya adalah tidak, tanah longsor tidak memiliki hubungan langsung dengan vegetasi di atas, baik yang lebat maupun yang gundul. Gangguan utamanya adalah terjadinya stabilitas lereng yang menyebabkan tanah longsor. Gangguan tersebut bisa disebabkan oleh aktivitas alam dan manusia.
Penyebab alami meliputi:
- peningkatan ketebalan lapisan akibat pelapukan tanah lapisan batuan di bawah tanah akibat aktivitas gunung berapi. Pada awalnya, lereng memiliki lapisan tanah yang tipis (ideal) sehingga lereng stabil, meskipun vegetasi lebat tumbuh. Namun, akibat aktivitas magma bumi, panas yang dihasilkan menyebar ke sekeliling dan lapisan batuan melapuk pada bagian luar, akhirnya masuk ke dalam tanah sehingga lereng menjadi tidak stabil karena penambahan lapisan tanah yang tebal memberi beban lebih pada lereng rentan terhadap tanah longsor dan bahkan permukaan hutan terbentuk.
- gempa bumi
- aliran sungai yang sangat deras saat hujan, menyebabkan terbentuknya kanyon sungai, yang merupakan kaki lereng tergerus.
- air hujan yang meresap ke dalam tanah di lereng dan terhambat oleh lapisan batuan yang tahan air di bawah lapisan tanah di lereng sehingga tanah menjadi tidak stabil karena jenuh air.
Sementara penyebab yang disebabkan oleh aktivitas manusia meliputi:
- pemuatan lereng untuk pembangunan pemukiman dan bangunan lainnya
- pemotongan kaki lereng untuk membangun rumah, jalan, dan bangunan lainnya tanpa membuat penopang setelah pemotongan. Misalnya, dinding penahan tanah, plester, dll.
- penambangan liar bahan di dasar sungai yang merupakan kaki lereng. Dengan penurunan elevasi dasar dengan penurunan lereng sungai menjadi tidak stabil. Dan terjadilah tanah longsor.
Mungkin masih banyak penyebab lain yang belum saya sebutkan.
Menyelamatkan gunung atau hutan? Selain faktor alam sebagai penyebab banjir dan tanah longsor yang tidak bisa dihindari, maka ada beberapa dilema yang terjadi dalam upaya menyelamatkan bukit dan hutan di daerah hulu. Untuk menghindari kondisi genangan air, area infiltrasi air harus sebanyak mungkin. Dengan hutan yang begitu lebat, banjir dapat dihindari. Namun, pada lereng yang tidak stabil, keberadaan hutan dengan tingkat infiltrasi yang tinggi adalah bencana karena rentan terhadap tanah longsor. Jadi kita perlu mengetahui area-area yang rentan dan memberikan tindakan prioritas untuk menyelamatkan gunung atau hutan. Mencegah erosi atau banjir. Seberapa mudah keadaan alam yang paling asli. Tapi itu tidak cukup mungkin, namun kondisi fakta alam yang kita miliki begitu sedih. Sejauh ini semua pembaca yang dapat kita lakukan, bagaimana dengan tindakan kita untuk mengurangi faktor-faktor yang memicu banjir dan tanah longsor di negara tercinta kita, bencana akan berkurang sehingga di masa depan?



0 comments:
Posting Komentar