Selasa, 09 Desember 2025

10 Peristiwa Astronomi yang Membuat Heboh di Indonesia

Posted By: Aa channel media - Desember 09, 2025

1.Supermoon 

Supermoon adalah sebuah fenomena langit yang menarik perhatian masyarakat pada tahun 2011. Kejadiannya terjadi ketika bulan terlihat lebih besar dari biasanya, tepatnya sebesar tujuh persen. Supermoon terjadi pada malam Sabtu (19/3/2011) dan dini hari Minggu (20/3/2011). Hal ini terjadi ketika bulan berada pada jarak terdekat dengan Bumi, hanya 356.377 kilometer, lebih dekat 30.000 kilometer dari jarak rata-rata Bulan-Bumi. Bulan berada pada posisi terdekat dengan bumi, mencapai jarak terdekat pada tanggal 19 Maret 2011, hanya 221.567 mil, yang merupakan jarak terdekat dalam 18 tahun terakhir. Kondisi ini dikenal sebagai "supermoon". Dampak dari supermoon ini meliputi peningkatan gelombang pasang air laut dan aktivitas seismik di Bumi, yang dapat meningkatkan potensi gempa bumi dan erupsi gunung berapi. Hanya dalam waktu 8 hari sebelum puncak kedekatan Bumi dengan Bulan, Jepang dilanda gempa bumi berkekuatan 8,9 skala magnitude dan tsunami yang telah menewaskan ribuan jiwa.

2. Gerhana bulan total

Gerhana bulan total yang langka dan sangat indah dapat dinikmati saat malam minggu 10 Desember 2011 adalah gerhana bulan total. Gerhana total ini hanya bisa disaksikan di Indonesia tujuh tahun ke depan. Gerhana bulan total kali ini terjadi pada waktu utama, dari magrib hingga menjelang tengah malam. Setelah itu, kami akan harus menunggu enam tahun lagi untuk bisa menyaksikan fenomena yang sama, yaitu pada 31 Januari 2018. Meskipun ada tiga kali gerhana bulan selama periode tersebut, namun hanya sebagian Indonesia yang bisa menyaksikannya, dan tak semua fase terlihat.

3. Purnama Jupiter 

Purnama Jupiter adalah peristiwa astronomi yang sangat luar biasa indah. Purnama Jupiter terjadi pada Jumat (28/10/2011), saat Jupiter berada dalam posisi terdekatnya dengan Bumi atau disebut oposisi Jupiter. Selama purnama, Jupiter-Bumi-Matahari akan berada pada satu garis lurus, membuat Jupiter tampak bulat penuh dan lebih terang, bahkan yang paling terang dalam 11 tahun terakhir. Oposisi Jupiter juga bisa dijadikan objek astrofotografi, dengan fokus pada Jupiter atau satelit-satelitnya. Oposisi Jupiter tahun ini sangat istimewa karena bertepatan dengan fase bulan baru dan perihelion Jupiter, menjadikan cahaya lebih terang. Purnama Jupiter ini dapat dilihat dengan mata telanjang, meskipun ada polusi cahaya. Jupiter mulai tampak jelas beberapa waktu sebelumnya, tetapi jarak terdekat dengan Bumi baru terjadi pada malam tanggal 28 Oktober.

4. Bulan Biru

Ternyata, fenomena keindahan alam yang benar-benar ada tidak hanya berada dalam cerita fiksi. Gerhana Bulan Total (GBT) terjadi pada malam Sabtu (10/12/2011) dengan totalitas selama 50 menit, dimulai dari pukul 21.07 hingga 21.57 WIB. Masyarakat di Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah dapat menyaksikan totalitas gerhana selama 20 menit yang sangat unik. Pada saat totalitas, bulan tersibak dan terlihat memerah kebiruan. Warna kebiruan ini teramati hanya saat totalitas gerhana terjadi, dengan sebagian besar Bulan berwarna merah dan sebagian kecil berwarna kebiruan.

5. Hujan Meteor

Dua hujan meteor terjadi pada bulan Ramadhan, yaitu hujan meteor Perseids dan Delta Aquarids yang mencapai puncaknya pada tanggal 13 Agustus 2011.

6. Hujan Meteor Quadrantid

Pada malam pergantian tahun dari 2010 ke 2011, selain kembang api, langit bumi juga dihiasi oleh hujan meteor Quadrantid. Pada dini hari tanggal 1 Januari 2011, awal mula dari hujan meteor ini terlihat dengan hanya beberapa meteor dalam satu jam. Namun, pada puncaknya beberapa jam kemudian, ratusan meteor dapat terlihat setiap jamnya. Fenomena langka ini sulit diprediksi dan tampak dalam rentang waktu antara 1 hingga 5 Januari. Puncak dari hujan meteor ini jatuh pada tanggal 3 Januari, dimana dapat disaksikan sekitar 100 meteor atau sekitar 2 meteor setiap menit. Meteor Quadrantid ini diduga berasal dari debu komet, dengan nomor 1490 Y1 atau 1385 U1.

7. Fenomena Bulan Purnama Terkecil

Bulan Purnama Terkecil, kebalikan dari Supermoon yang terjadi pada 11 Oktober 2011, tercatat sebagai Bulan terkecil sepanjang tahun 2011. Meskipun mencapai fase penuh, Bulan tampak lebih kecil dari biasanya. Namun sayangnya, masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikannya karena terjadi pada pagi hari setelah Matahari terbit. Tapi, masyarakat Indonesia bisa menantikan kemungkinan terjadinya Bulan Purnama terkecil pada tahun-tahun berikutnya. Purnama terkecil ini terjadi 10 jam setelah puncak Purnama pada pukul 12.00 GMT atau 07.00 WIB. Saat terjadi Purnama terkecil, Bulan akan terlihat 12,3 persen lebih kecil dari Supermoon. Ukuran Bulan dipengaruhi oleh pergerakan Bulan terhadap Bumi, karena orbit Bulan berbentuk elips dan bisa berada di perigee (titik terdekat) atau apogee (titik terjauh).
 

8. Komet Lovejoy yang Bertahan

Komet Lovejoy berhasil bertahan setelah menabrak Matahari dan akhirnya muncul menjelang Natal. NASA melaporkan bahwa Lovejoy, komet yang selamat setelah menabrak Matahari pada Jumat 16 Desember 2011, ternyata masih bertahan meskipun diprediksi hancur saat melintasi atmosfer yang sangat panas. Tabrakan komet dengan Matahari bukanlah hal yang biasa, sehingga peristiwa ini cukup langka.
 

9. Fenomena Langka 6 Gerhana dalam 1 Tahun
 
Tahun 2011 menjadi tahun yang istimewa dengan empat gerhana matahari sebagian dan dua gerhana bulan total. Kombinasi empat gerhana matahari dan dua gerhana bulan dalam satu tahun adalah peristiwa yang jarang terjadi. Gerhana matahari sebagian terjadi pada 4 Januari, 1 Juni, 1 Juli, dan 25 November, sementara gerhana bulan total terjadi pada 15 Juni dan 10 Desember. Kombinasi ini hanya terjadi enam kali sepanjang abad ke-21, yaitu pada tahun 2011, 2029, 2047, 2065, 2076, dan 2094. Meskipun tidak semua gerhana dapat diamati dari Indonesia, dua gerhana bulan total dapat disaksikan di negeri ini. Pada awal tahun 2011, Sabang hingga Merauke bisa menyaksikan fase gerhana bulan total, sementara gerhana matahari sebagian pada 4 Januari dapat diamati di sebagian besar Eropa, Afrika utara, dan Asia Tengah. Kota-kota seperti Madrid, Paris, London, dan Copenhagen menjadi lokasi terbaik untuk menyaksikan gerhana sebagian saat matahari terbit.

10. Jatuhnya Satelit ke Bumi

Satelit The Upper Atmosphere Research Satellite (UARS) yang sudah tidak berfungsi jatuh ke Bumi, tapi NASA tidak dapat memastikan dengan pasti kapan hal tersebut akan terjadi. UARS diluncurkan pada 15 September 1991 menggunakan pesawat luar angkasa Discovery dan diprediksi akan masuk kembali ke atmosfer Bumi pada akhir bulan ini atau awal bulan Oktober mendatang. Satelit ini berukuran panjang 11 meter dan memiliki diameter 4,5 meter, dan meskipun diperkirakan akan terurai menjadi potongan-potongan kecil saat masuk kembali ke Bumi, tidak semua bagian akan terbakar di atmosfer. UARS mengandung senyawa kimia yang mungkin berisiko bagi keselamatan publik dan bangunan di daerah antara Kanada dan Amerika Selatan. NASA mendorong agar siapapun yang menemukan potongan-potongan satelit ini untuk menjauh dan melaporkannya kepada pihak yang berwenang. Semua orang diimbau untuk menghindari potongan-potongan satelit ini dan memberikan laporan kepada otoritas terkait. 



0 comments:

Posting Komentar