Kelompok sosial adalah sekelompok manusia yang memiliki kesadaran bersama tentang keanggotaan dan saling berinteraksi. Tujuan pembentukan kelompok sosial adalah untuk menerapkan nilai-nilai sosial yang dibutuhkan dalam struktur sosial suatu masyarakat. Kelompok sosial merupakan bagian universal dari realitas sosial dan menjadi bagian integral dari sistem sosial. Kelompok sosial terbentuk oleh individu-individu dengan latar belakang yang sama dan memiliki kesadaran akan hubungan yang terjalin di antara mereka. Secara sosiologis, kelompok adalah sekelompok manusia yang memiliki pola interaksi yang terorganisir dan berulang. Keberadaan kelompok sosial tidak hanya didasarkan pada dekatnya jarak fisik, tetapi lebih pada kesadaran untuk saling berinteraksi.
Proses terbentuknya kelompok sosial adalah sesuatu yang alami karena manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. Setiap individu membutuhkan bantuan dari individu lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Terlebih lagi, setiap individu memiliki minat dan kepentingan yang berbeda-beda, sehingga kelompok-kelompok dengan minat atau kepentingan yang sama pun akan terbentuk.
Naluri manusia untuk selalu bergantung pada orang lain mendorong mereka untuk hidup dalam komunitas dan alam. Keinginan ini membuat manusia cenderung untuk hidup dalam kelompok-kelompok. Penerimaan dalam sebuah kelompok dipengaruhi oleh peran masing-masing anggota, sehingga anggota kelompok akan berusaha mengembangkan potensi diri agar bisa memberikan manfaat bagi kelompoknya. Proses ini kemudian membentuk kebudayaan kelompok yang dikenal sebagai kelompok sosial.
Apabila seluruh anggota kelompok memiliki tujuan yang sama untuk masa depan bersama, maka persatuan dalam kelompok sosial akan tercapai. Pembentukan kelompok sosial secara keseluruhan terwujud melalui kesatuan manusia yang hidup bersama dan bekerja sama dengan adanya hasrat, perasaan, dan tujuan yang serupa.
Dalam suatu masyarakat, terdapat berbagai kelompok sosial yang memiliki ciri-ciri yang membedakannya dari kelompok sosial lainnya. Suatu kelompok sosial dapat dikenali melalui struktur sosial yang menjadi sistem utuh dalam kelompok tersebut. Perbedaan kualitas dan karakteristik anggota tidak bisa menjadi penentu sebuah kelompok sosial. Setiap anggota dalam kelompok harus patuh pada norma sosial yang berlaku guna menjaga kepentingan kelompok.
Kelompok sosial bisa terstruktur atau tidak terstruktur, namun struktur tersebut akan terbentuk jika setiap anggota memiliki peran sosial yang berubah-ubah namun tetap terorganisir dengan baik. Selain itu, terbentuknya struktur dalam kelompok sosial juga akan terwujud jika nilai dan norma sosial diterapkan kepada seluruh anggota kelompok.
Kelompok sosial memiliki ciri-ciri yang membedakannya dari kelas sosial. Ciri-ciri tersebut meliputi adanya kesatuan yang jelas dan dapat dikenali dalam kelompok manusia, kesadaran anggota akan peran mereka dalam kelompok, saling memengaruhi antaranggota secara timbal balik, hubungan erat antaranggota untuk mencapai kepentingan bersama, serta adanya status sosial tertentu yang mengatur aturan dan perilaku anggota kelompok.
Berdasarkan kesadaran, organisasi, dan hubungan sosial, kelompok sosial dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu kelompok statistik, kemasyarakatan, sosialisasi, dan asosiasi. Kelompok statistik adalah kelompok yang anggotanya tidak memiliki organisasi, hubungan sosial, dan kesadaran akan persamaan di antara mereka. Kelompok kemasyarakatan terdiri dari individu yang memiliki kesamaan namun tidak membentuk organisasi atau hubungan sosial. Kelompok sosialisasi adalah kelompok di mana anggotanya memiliki kesadaran akan persamaan dan saling berhubungan, tetapi tidak membentuk organisasi. Sedangkan kelompok asosiasi adalah kelompok yang anggotanya sadar akan persamaan di antara mereka dan membentuk hubungan sosial melalui organisasi.
Berdasarkan terbentuknya kelompok sosial, terdapat beberapa jenis kelompok yang dapat dikenali. Pertama, kelompok semu merupakan kelompok yang bersifat sementara dan tidak memiliki struktur, ikatan, kesadaran jenis, atau aturan tertentu. Pembentukan kelompok semu terjadi secara spontan tanpa rencana yang jelas. Interaksi di dalam kelompok semu berlangsung singkat dan tidak terorganisir.
Kedua, kelompok nyata adalah kelompok sosial yang kehadiran anggotanya bersifat tetap. Kelompok nyata ini memiliki beragam bentuk dan umumnya merupakan bagian dari masyarakat yang stabil.
Ketiga, kelompok statistik adalah kelompok sosial yang tidak terencana dan tidak terorganisir. Kelompok statistik ini dibentuk untuk keperluan analisis data penelitian ilmiah dan tidak melibatkan interaksi sosial dalam jangka waktu yang lama.
Keempat, kelompok kemasyarakatan terbentuk secara alami dan anggotanya memiliki persamaan kepentingan pribadi. Meskipun tidak ada kepentingan bersama, kelompok kemasyarakatan ini dapat memiliki sarana pemersatu, interaksi sosial, dan kesadaran berkelompok.
Kelima, kelompok masyarakat khusus terbentuk karena adanya kesamaan tertentu pada para anggotanya, seperti kesamaan pekerjaan, usia, jenis kelamin, atau tempat tinggal. Kelompok ini terbentuk secara alami dan dapat dipersatukan dalam suatu sarana dengan interaksi sosial berkesinambungan.
Terakhir, kelompok asosiasi adalah kelompok yang direncanakan secara sengaja dan kehadirannya bersifat tetap. Kelompok asosiasi ini diorganisir melalui suatu organisasi yang mengalami interaksi sosial dan memiliki kesadaran berkelompok yang kuat.
Berdasarkan tingkat kedekatan hubungan antaranggota, terdapat beberapa kelompok sosial yang dapat ditemui dalam masyarakat:
Etnis
Etnis merupakan kelompok sosial yang terbentuk berdasarkan kesamaan garis keturunan atau leluhur. Anggota kelompok ini ditandai oleh kesamaan bahasa, adat istiadat, dan membutuhkan pengakuan dari anggota kelompok lainnya.
Bangsa
Bangsa adalah kelompok masyarakat yang terikat oleh nasionalisme dan memiliki kesamaan sejarah, nasib, serta tujuan bersama. Pembentukan bangsa didasari oleh faktor-faktor tersebut.
Masyarakat
Masyarakat merupakan kelompok sosial yang sangat luas dan memiliki beragam ciri. Masyarakat dapat dikelompokkan berdasarkan pekerjaan, tempat tinggal, dan tingkat peradaban.
Paguyuban
Paguyuban adalah kelompok sosial yang terbentuk dari hubungan batin yang murni dan kodratnya. Keanggotaan dalam paguyuban didasari oleh hubungan garis keturunan, serta terjalin dalam rasa kebersamaan dan persaudaraan yang kuat.
Patembayan
Patembayan adalah kelompok sosial yang hubungan sosialnya bersifat singkat dan mudah lepas. Anggotanya memiliki keterikatan yang tidak kuat dan bersifat lahiriah, serta tidak memengaruhi hubungan batiniah.
Komunitas
Komunitas merupakan kelompok sosial yang terbentuk berdasarkan kepentingan dan wilayah umumnya. Anggotanya disatukan melalui ikatan emosional dalam kepercayaan dan adat yang sama, saling bergantung satu sama lain dalam pemenuhan kebutuhan hidup.
Organisasi Sosial
Organisasi sosial merupakan kelompok sosial yang terbentuk dari asosiasi dan memiliki struktur organisasi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan anggotanya. Keanggotaan bersifat resmi, dengan pembagian kerja yang jelas.
Kelompok sosial yang berbeda dapat memicu konflik sosial karena perbedaan ideologi. Anggota dari kelompok tertentu akan patuh pada aturan di dalam kelompok mereka, namun mereka juga akan berusaha untuk bersaing bahkan mengalahkan kelompok lain yang memiliki pandangan yang berbeda. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya konflik sosial antarkelompok, di mana ancaman dapat dilancarkan dengan tanpa aturan yang diikuti. Konflik tersebut biasanya terjadi karena adanya situasi yang mengganggu keseimbangan dalam sistem sosial. Namun, jika terdapat toleransi antarkelompok, hal ini dapat membawa pada integrasi sosial.



0 comments:
Posting Komentar