Minggu, 23 November 2025

Google menghapus &num=100, bagaimana konsekuensinya terhadap SEO?

Posted By: Aa channel media - November 23, 2025

Jika Anda sering mengutak-atik SEO atau menggali data di Google, pasti Anda tidak asing dengan istilah parameter &num=100. Parameter ini biasanya digunakan untuk menampilkan 100 hasil pencarian dalam satu halaman, yang memudahkan untuk analisis dan pengumpulan data. Namun, baru-baru ini parameter ini telah dihapus oleh Google.

Bagi sebagian orang, hal ini mungkin terdengar remeh, tetapi sebenarnya memiliki dampak besar terutama dalam dunia SEO dan analisis data di Google Search Console (GSC). Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap mengenai apa itu &num=100, alasan di balik penghapusan Google, serta dampaknya terhadap SEO.

Apa itu &num=100?

Parameter &num=100 adalah fitur kecil yang sebelumnya dapat ditambahkan ke URL hasil pencarian Google. Fungsinya sederhana, yaitu agar Google dapat menampilkan 100 hasil pencarian dalam satu halaman secara langsung.

Meskipun mungkin tidak terlalu berguna bagi pengguna biasa, namun dalam dunia SEO, fitur ini sangat penting. Mengapa demikian? Karena dengan &num=100, para praktisi SEO dapat dengan mudah memeriksa banyak kata kunci, pesaing, atau menganalisis hasil pencarian tanpa perlu terus-menerus mengklik ke halaman berikutnya.

Pentingnya mengetahui isu ini karena penghapusan &num=100 tidak hanya berdampak pada tampilan hasil pencarian, tetapi juga berpengaruh pada cara kita mengukur performa SEO. Saat ini, laporan di Google Search Console mungkin terlihat lebih lemah, padahal peringkat situs sebenarnya tetap stabil.

Dampak penghapusan &num=100 terhadap SEO sangat terasa. Beberapa ahli SEO telah mencatat adanya perubahan peringkat, hilangnya data, atau masalah pada berbagai alat SEO ketika fitur ini dihapus.

Sebagai contoh, ada penurunan impresi desktop yang signifikan di Google Search Console sejak tanggal 10 September, meskipun posisi rata-rata situs sebenarnya meningkat. Analisis menunjukkan bahwa penurunan ini terkait langsung dengan penghapusan &num=100. Lonjakan impresi sebelumnya sebagian besar disebabkan oleh bot atau alat SEO yang memuat 100 hasil sekaligus.

Dengan demikian, halaman yang menggunakan &num=100 secara otomatis mencatat lebih banyak impresi daripada halaman normal yang hanya menampilkan 10 hasil.

Insight dari pembaruan Google ini telah membuka mata para praktisi SEO terhadap perubahan signifikan setelah penghapusan &num=100. Pembaruan ini sebenarnya memberikan pemahaman berharga tentang bagaimana strategi SEO harus beradaptasi dengan kondisi baru yang ada. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dipetik:

1. Biaya Pengumpulan Data untuk Alat SEO Meningkat
Sebelum penghapusan &num=100, alat-alat SEO dapat dengan mudah mengakses 100 hasil pencarian dalam satu query saja. Namun, sekarang dengan parameter ini dihapus, alat SEO harus melakukan 10 query terpisah untuk mendapatkan 100 hasil. Dampaknya, biaya dan sumber daya yang diperlukan untuk alat SEO meningkat secara signifikan, bahkan hingga 10 kali lipat. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan uang, tetapi juga waktu dan beban pada server. Setiap query tambahan memerlukan pemrosesan data yang lebih intens, pengambilan data yang lebih banyak, dan waktu tunggu yang lebih lama untuk mendapatkan laporan secara keseluruhan. Oleh karena itu, perusahaan dan praktisi SEO perlu menyesuaikan alat-alat mereka agar tetap efisien dalam memantau keyword atau tracking SERP.

2. Fluktuasi Data dan Penurunan Jumlah Impresi di GSC
Pembaruan ini juga berdampak pada Google Search Console (GSC). Banyak profesional SEO melaporkan adanya penurunan impresi pada desktop setelah penghapusan &num=100, meskipun posisi rata-rata kata kunci meningkat. Hal ini terjadi karena Google mulai menyaring impresi yang bukan berasal dari pengguna asli, melainkan dari bot atau alat yang memanfaatkan halaman 100 hasil. Sebelum pembaruan, halaman dengan &num=100 biasanya mencatat lebih banyak impresi, sehingga laporan GSC terlihat terlalu tinggi. Dengan penghapusan parameter ini, data impresi menjadi lebih bersih dan akurat. Meskipun terjadi fluktuasi, hal ini sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan akurasi data.

3. Strategi SEO Perlu Fokus pada Keyword Prioritas dan Kualitas Konten
Insight ketiga yang penting adalah pergeseran strategi SEO. Dengan penghapusan &num=100 dan biaya pengumpulan data yang meningkat, praktisi SEO perlu lebih selektif dalam memilih keyword yang benar-benar penting untuk bisnis serta memprioritaskan kualitas konten. Daripada membuat banyak halaman terpisah untuk variasi long tail keyword yang serupa, lebih baik fokus pada membangun satu konten yang berkualitas, relevan, dan mampu menjawab berbagai intent pencarian pengguna. Konten yang berkualitas cenderung memberikan performa yang lebih stabil dan memberikan ROI yang lebih jelas.

Perbarui strategi SEO Anda sekarang! Penghapusan &=100 mungkin membuat beberapa praktisi SEO agak kesulitan, tetapi ini juga mengingatkan bahwa SEO selalu berubah. Fokus pada data yang lebih bersih dan strategi konten yang lebih berkualitas bisa menjadi solusi terbaik. Jadi, daripada panik karena kehilangan num100, lebih baik kita beradaptasi dengan cepat agar strategi SEO tetap berjalan lancar. Jika Anda ingin situs web naik peringkat dan tampil maksimal di Google, gunakan Google Search Console untuk menganalisis kinerja situs, menemukan peluang kata kunci, dan memantau impresi serta posisi halaman. Tidak hanya sekadar optimasi teknis, tetapi juga strategi konten dan backlink agar situs Anda relevan dan disukai oleh Google. 



0 comments:

Posting Komentar