Kamis, 14 Mei 2026

Pangeran Palasara adalaha penguasa yang perkasa

Posted By: Aa channel media - Mei 14, 2026

Akhirnya bertemu lagi saudara-saudara sebangsa dan setanah air, merdeka! Masih ingat dengan kalimat yang terkenal ini "pangeran palasara merawat anak burung di atas kepalanya", kalimat yang muncul dalam iklan produk susu bubuk dencow. Kalimat ini selalu membuatku terkesan dengan kehebatan, keteguhan, dan kesabaran seorang pangeran dalam merawat anak burung di atas kepalanya. Ternyata, cerita di balik kalimat tersebut tidak se-sederhana yang dibayangkan, perjalanan pangeran Palasara yang harus merawat anak burung di atas kepalanya tidaklah mudah.

Awalnya, cerita dimulai dengan Dewi Rukmawati dan muridnya, begawan Palasara, yang sedang berbincang serius mengenai mimpi sang begawan. Sang guru menerjemahkan mimpi sang begawan sebagai pertanda bahwa Palasara akan menikahi seorang wanita yang sebenarnya telah menjadi milik orang lain. Untuk mewujudkan mimpinya, Palasara harus melakukan perjalanan sulit menuju sungai Jamuna.

Selama perjalanan, Palasara harus melewati berbagai rintangan, termasuk pertarungan dengan dua raksasa yang kemudian berubah menjadi dewa dan dewi yang mengetahui nasib Palasara. Selanjutnya, Palasara melewati negara Kencapura yang mengadakan sayembara untuk Dewi Kencawati, putri Prabu Kikinca. Tanpa disangka, Dewi Kencawati memilih Palasara sebagai pasangannya.

Perjalanan Palasara tidak berakhir di situ, ia kemudian sampai di Pertapaan Parewana dan curhat kepada punakawan bahwa ia kecewa dengan kenyataan bahwa ia harus menikahi Dewi Kencawati. Akhirnya, Palasara melakukan semadi di pertapaan tersebut. Selama bertapa, Palasara diuji oleh Bathara Narada yang menyamar sebagai burung emprit dan membuat sangkar di atas kepala Palasara.

Setelah melihat penderitaan emprit kecil yang ditinggalkan induknya, Palasara berhenti bertapa dan mencari induk emprit tersebut. Selama perjalanan, Palasara dihadang oleh sungai Jamuna yang lebar dan dalam. Untungnya, ia mendapat bantuan dari Dewi Durgandini, yang kemudian sembuh dari penyakitnya dan membuat Palasara terpesona.

Akhirnya, mimpi Palasara menjadi kenyataan ketika Dewi Durgandini yang sembuh total menginginkan Palasara sebagai pasangannya. Keduanya akhirnya jatuh cinta satu sama lain. Kesempurnaan nasib Palasara memang luar biasa, dari awal perjalanan yang sulit hingga akhirnya menemukan cinta sejatinya. Sungguh cerita yang menarik dan penuh pembelajaran.


 

0 comments: