Senin, 16 Februari 2026

11 Cara untuk Berbuka Puasa yang Baik

Posted By: Aa channel media - Februari 16, 2026

Ketika berbuka puasa sebenarnya terdapat berbagai amalan yang membawa kebaikan dan keberkahan. Namun seringkali kita melalaikannya, lebih disibukkan dengan hal lainnya. Hal yang utama yang sering dilupakan adalah doa. Secara lebih lengkapnya, mari kita lihat tulisan berikut seputar sunnah-sunnah ketika berbuka puasa:


Menyegerakan berbuka puasa.

Yang dimaksud menyegerakan berbuka puasa, bukan berarti kita berbuka sebelum waktunya. Namun yang dimaksud adalah ketika matahari telah tenggelam atau ditandai dengan dikumandangkannya adzan Maghrib, maka segeralah berbuka. Dan tidak perlu sampai selesai adzan atau selesai shalat Maghrib. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 
 
لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

"Manusia akan selalu mendapat keberkahan selama mereka mempercepat berbuka." (HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098)

Dalam hadits lain disebutkan,

لَا تَزَالُ أُمَّتِى عَلَى سُنَّتِى مَا لَمْ تَنْتَظِرْ بِفِطْرِهَا النُجُوْمَ

"Kemulianku akan selalu mengikuti ajaranku selama tidak menunggu munculnya bintang untuk berbuka puasa." (HR. Ibnu Hibban 8/277 dan Ibnu Khuzaimah 3/275, sanad shahih). Hal ini juga diamalkan oleh kelompok Rafidhah (Syi'ah), yang mencontoh Yahudi dan Nashrani dalam menentukan waktu berbuka puasa. Mereka hanya berbuka setelah bintang terlihat. Semoga kita dilindungi oleh Allah dari kesesatan mereka. (Lihat Shifat Shoum Nabi, 63)

Nabi kita, Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, selalu berbuka puasa sebelum shalat Maghrib, bukan menunggu hingga shalat Maghrib selesai. Hal ini merupakan contoh dan tata krama dari teladan kita, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Seperti yang disampaikan Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, “Nabi kita shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum menunaikan shalat Maghrib dan bukanlah menunggu hingga shalat Maghrib selesai dikerjakan.”

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

"Rasulullah biasanya memulai berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum shalat berbuka. Jika tidak ada rothb, beliau akan berbuka dengan tamr (kurma kering). Jika tidak tersedia, beliau akan berbuka dengan seteguk air." (HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3/164, hasan shahih)

kita dapat memulai berbuka puasa dengan memakan kurma, roti, atau sekedar meneguk air.

Seperti yang disebutkan dalam hadits Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyukai untuk berbuka dengan rothb (kurma basah) karena rothb memiliki rasa yang sangat enak. Namun, di negeri kita, kita jarang menemukan rothb karena kebanyakan kurma yang tersedia adalah kurma kering (tamr). Jika tidak ada rothb, kita dapat mencari tamr (kurma kering) sebagai alternatif.
 
Jika kedua jenis kurma tersebut tidak tersedia, kita dapat menggantinya dengan makanan manis. Menurut ulama Syafi’iyah, kurma adalah pemulih bagi penglihatan yang biasanya menurun selama berpuasa, dan makanan manis memiliki makna yang sama dengannya (Kifayatul Akhyar, 289). Jika tidak ada pilihan lain, berbukalah dengan seteguk air, sesuai dengan yang diisyaratkan dalam hadits Anas di atas.
 
Sebelum menikmati hidangan berbuka, jangan lupa ucapkanlah "bismillah" agar mendatangkan berkah yang melimpah. Ini adalah ajaran dalam agama Islam untuk memastikan bahwa makanan yang kita konsumsi mendatangkan kebaikan yang banyak. Dari pengalaman Aisyah radhiyallahu'anha, ucapkanlah doa ini dengan tulus agar hidangan yang kita nikmati menjadi lebih bermanfaat.hu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
 
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

Ketika seseorang hendak makan, disarankan untuk mengucapkan nama Allah Ta'ala dengan membaca 'bismillah'. Jika ia lupa menyebut nama Allah Ta'ala di awal, maka dia dapat mengatakan: "Dengan nama Allah, pada awal dan akhirnya". (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858, hasan shahih)

Dari Wahsyi bin Harb, ayahnya, hingga kakeknya, dikisahkan bahwa para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengungkapkan bahwa...

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَأْكُلُ وَلاَ نَشْبَعُ. قَالَ « فَلَعَلَّكُمْ تَفْتَرِقُونَ ». قَالُوا نَعَمْ. قَالَ « فَاجْتَمِعُوا عَلَى طَعَامِكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ يُبَارَكْ لَكُمْ فِيهِ »

"Wahai Rasulullah, kami makan namun tidak merasa kenyang?" tanya sahabat-sahabat kepada Baginda. Beliau menjawab, "Mungkin kalian makan sendiri-sendiri?" Mereka mengaku, "Ya, benar." Rasulullah pun menasihati, "Sebaiknya kalian makan bersama-sama dan menyebut nama Allah, agar makanan tersebut diberkahi." (HR. Abu Daud no. 3764, hasan). Pesan dari hadits ini mengajarkan bahwa makanan akan lebih bermakna jika kita memulainya dengan menyebut nama Allah dan makan bersama-sama dengan orang lain.

Berdoa saat berbuka puasa dengan kalimat "Dzahabazh zhoma-u ..."

Ibnu Umar radhiyallahu anhuma mengatakan,
 
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا أَفْطَرَ قَالَ « ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ ».

Rasulullah SAW ketika berbuka puasa biasanya mengucapkan, "Rasa haus telah sirna dan urat-urat telah basah, serta pahala telah ditetapkan insya Allah." (HR. Abu Daud no. 2357, hasan).

Doa ini sebaiknya tidak hanya dibaca sebelum berbuka, dan juga tidak berarti puasa terbatal hanya karena tidak membaca doa tersebut. Saat ingin makan, jangan lupa untuk membaca "Bismillah" sesuai dengan anjuran sebelumnya. Saat waktu berbuka tiba, mulailah dengan membaca "Bismillah", lalu nikmatilah beberapa kurma, dan ucapkanlah doa yang menyertai "Dzahabazh zhoma-u...". Karena doa tersebut memiliki makna yang penting, jadi pastikan untuk selalu mengucapkannya dengan penuh hati.tekstual dari “إِذَا أَفْطَرَ “, berarti ketika setelah berbuka.

Catatan: Adapun do’a berbuka, “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu (Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka)” Do’a ini berasal dari hadits hadits dho’if (lemah).  Begitu pula do’a berbuka, “Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthortu” (Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rizki-Mu aku berbuka), Mula ‘Ali Al Qori mengatakan, “Tambahan “wa bika aamantu” adalah tambahan yang tidak diketahui sanadnya, walaupun makna do’a tersebut shahih. Sehingga cukup do’a shahih yang kami sebutkan di atas (dzahabazh zhomau …) yang hendaknya jadi pegangan dalam amalan.

Berdoa secara umum saat berbuka.

Saat berbuka puasa adalah waktu yang sangat baik untuk berdoa. Sebagai seorang muslim, jangan sampai melewatkan kesempatan ini. Gunakanlah momen tersebut untuk memanjatkan doa kepada Allah, baik untuk urusan dunia maupun akhirat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda bahwa berbuka puasa adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan berharga ini.

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

"Ada tiga orang yang doanya tidak akan ditolak: (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika berbuka, (3) Doa orang yang terzalimi." Ketika seseorang berbuka, itulah saat doa-doa akan terkabul karena pada saat itu orang tersebut telah menyelesaikan ibadahnya dengan penuh ketundukan dan kerendahan hati. (HR. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396, sahih). Waktu berbuka adalah saat yang paling tepat untuk memanjatkan doa karena itulah saat di mana kita menjalani ibadah dengan sepenuh hati dan rendah diri. (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 7: 194).

Memberikan makanan untuk berbuka.

Jika kita diberkahi dengan rezeki berlimpah oleh Allah, manfaatkan kesempatan di bulan Ramadhan ini untuk beramal dengan dermawan, salah satunya dengan memberikan makanan berbuka karena pahalanya yang luar biasa besar. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda bahwa pahala memberi makan berbuka di bulan Ramadhan sangatlah besar. Oleh karena itu, jangan sia-siakan kesempatan emas ini untuk berbagi rezeki kepada sesama yang membutuhkan.

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

"Orang yang memberi makan kepada orang yang sedang berpuasa akan mendapatkan pahala yang sama seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang sedang berpuasa sama sekali." (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, hasan shahih)

Berdoa untuk orang yang menyediakan makanan untuk berbuka.

Saat seseorang memberikan kebaikan kepada kita, sebaiknya kita memberikan balasan yang setimpal, seperti ketika diberi makan saat berbuka puasa. Jika kita tidak dapat memberikan balasan yang setara dengan kebaikannya, maka sebaiknya kita mendoakan kebaikan untuknya. Menurut Abdullah bin Umar, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengatakan bahwa kita seharusnya bersikap demikian ketika menerima kebaikan dari orang lain.

وَمَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ

"Siapa pun yang memberikan kebaikan padamu, berikanlah balasan yang setimpal. Jika kamu tidak dapat menemukan cara untuk membalas kebaikannya, maka doakanlah dia sampai pada saat kamu yakin bahwa kamu telah memberikan balasan yang sepadan atas kebaikannya." (HR. Abu Daud no. 1672 dan Ibnu Hibban 8/199, shahih)

Saat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam disuguhkan minuman, beliau mengangkat kepala ke langit sambil bersyukur, menunjukkan rasa terima kasih kepada Allah.

اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى

"Ya Allah, limpahkanlah rezeki kepada orang yang memberi makan kepada saya dan berikanlah minuman kepada orang yang memberi minum kepada saya." (HR. Muslim no. 2055)

Ketika waktu berbuka tiba di tempat tinggal orang lain.

Ketika Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam diberi makanan oleh Sa'ad bin 'Ubadah, beliau bersyukur dengan ucapan yang penuh rasa terima kasih.

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ

"Orang-orang yang berpuasa merayakan berbuka di antara kalian, orang-orang yang baik menyantap hidangan kalian, dan para malaikat mendoakan agar kalian diberkahi." (HR. Abu Daud no. 3854 dan Ibnu Majah no. 1747 dan Ahmad 3/118, shahih)

Ketika menikmati segelas susu saat berbuka puasa, hatiku terasa begitu tenang dan damai.

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah berkata, "Dari Ibnu Abbas, Rasulullah mengatakan,"

مَنْ أَطْعَمَهُ اللَّهُ الطَّعَامَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ. وَمَنْ سَقَاهُ اللَّهُ لَبَنًا فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ

Barang siapa yang Allah beri makan hendaknya ia berdoa: “Allaahumma baarik lanaa fiihi wa ath’imnaa khoiron minhu” (Ya Allah, berkahilah kami padanya dan berilah kami makan yang lebih baik darinya). Barang siapa yang Allah beri minum susu maka hendaknya ia berdoa: “Allaahumma baarik lanaa fiihi wa zidnaa minhu” (Ya Allah, berkahilah kami padanya dan tambahkanlah darinya). Rasulullah shallallahu wa ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada sesuatu yang bisa menggantikan makan dan minum selain susu.” (HR. Tirmidzi no. 3455, Abu Daud no. 3730, Ibnu Majah no. 3322, hasan)

Saat akan minum, ambillah tiga nafas dalam-dalam dan ucapkanlah 'bismillah' sebelum memulai.

Dari Abu Hurairah, ia mengatakan, Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu menyampaikan,

كان يشرب في ثلاثة أنفاس إذا أدنى الإناء إلى فيه سمى الله تعالى وإذا أخره حمد الله تعالى يفعل ذلك ثلاث مرات

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memiliki kebiasaan minum dengan tiga helaan nafas. Ketika gelas minuman didekatkan ke mulut beliau, beliau selalu menyebut nama Allah Ta'ala. Setelah selesai satu helaan nafas, beliau memuji Allah Ta'ala. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali dengan penuh kesungguhan." (Shahih, As Silsilah Ash Shohihah no. 1277)

Setelah selesai makan, jangan lupa untuk berdoa.

Salah satu doa yang sahih dan memiliki keutamaan luar biasa yang bisa diamalkan adalah doa yang diajarkan dalam hadits berikut. Mu'adz bin Anas meriwayatkan dari ayahnya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda, "Menurutmu, doa yang paling utama adalah doa yang diajarkan dalam hadits berikut?"

مَنْ أَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ. غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Siapa pun yang menyantap makanan lalu mengucapkan: 'Terima kasih kepada Allah yang telah memberi makanan ini dan memberi rezeki tanpa daya serta kekuatan dariku,' maka dosa-dosanya yang sudah terjadi akan diampuni." (HR. Tirmidzi no. 3458, hasan)

Meskipun cukup dengan mengucapkan "alhamdulillah" setelah makan juga diizinkan berdasarkan hadits Anas bin Malik, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda. Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Berikanlah pujian kepada Allah" setelah makan.

إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا

"Allah sangat senang dengan hamba-Nya yang mengucapkan rasa syukur (alhamdulillah) setelah makan dan minum." (HR. Muslim no. 2734) An Nawawi rahimahullah menyatakan, "Jika seseorang puas dengan mengucapkan 'alhamdulillah' saja, itu sudah dianggap sebagai menjalankan sunnah." (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17: 51)

Beginilah beberapa amalan saat berbuka puasa. Semoga amalan yang sederhana ini dapat kita laksanakan. Semoga bulan Ramadhan kita dipenuhi dengan kebaikan dan keberkahan. Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita.
 
Alhamdulillah atas segala nikmat-Nya yang membuat amalan-amalan menjadi sempurna.
 

 

0 comments: